Monday, November 14, 2016

Gorengan, Lontong, dan Nasi Megono: A Potluck and Managing Performance

Selamat pagi...semangat senin..

jadi pagi ini adalah diawali dengan gw bete sebete-betenya..hihi tapi bukan itu si yang mau gw ceritain..tapi sebuah inspirasi pagi yang berhasil merubah mood saya pagi ini (ciee karena mood udah bagus lagi, gw berganti saya wkwkwkw)...

Ceritanya begini..

Kantor saya (nggak usah disebut lah ya paling juga dah bisa nebak), in a narrow scope suasananya lagi nggak nyaman. Short explanation adalah team work and team management nggak jalan, supervising gagal total, coordination bubar jalan...semua orang sibuk dengan dirinya masing-masing, mengamankan diri sendiri semua, work made by order only, no sustainable work. Jadi bisa dibayangin ya, rasanya gimana kerja di lingkungan begitu. Setelah saya amati ternyata ada 3 hal penting yang berpengaruh, yaitu:


  • Tata Ruang. Ini pengaruh banget, mengingat penataan letak ruangan including meja kursi berpegaruh terhadap rentang koordinasi. Makin jauh jarak antara atasan dengan para staf, makin males orang berkoordinasi. Padahal ya kan jaman teknologi, ada WA, ada telp, ada sms, ada email. Tapi as usual, di birokrasi kita belum terbiasa dengan hal ini. Jadi kalau anak buah nggak keliatan, ya koordinasinya susah. Ini saya rasakan bener loch, karena ruangan saya yang terpisah. Jangan dikira ini nggak penting.... 
  • Leadership Style and Team Management (yang ini nggak bisa dipisah, harus 1). Kalau yang ini rasanya semua orang sudah tahu ya. Dalam dunia birokrasi, belum lazim yang namanya bottom up. Some institutions mungkin sudah bisa menerima ketika junior-junior come up with many ideas and inovations, or work autonomy. Bottom up sangat bagus untuk pengembangan organisasi, karena biasanya ide-ide inovasi dan kreatifitas justru muncul dari team work. Tapi as I said, for most bureaucratic system, top down adalah system yang sudah mendarah daging. Meskipun, diakui top down memang hal yang ideal, karena peran seorang leader adalah sentra kekuasaan dan kewenangan yang menentukan keberhasilan organisasi (tercapainya keuntungan atau profit secara maksimal) melalui pengambilan-pengambilan keputusan yang strategis (Rattanasevee, 2014). Inilah kenapa leadership style sangat penting dalam lingkungan kerja. Sstt..sedikit bocoran, authentic leadership adalah style kepemimpinan yang ideal loch.. ;) (next time, saya copaskan tulisan saya yang dari jurnal kl udah jadi naik cetak). Bagi saya, mau sebengal apapun dan sesusah apapun kerjaan dan anak buah diatur, kalau leadershipnya jalan, management skillnya bagus, nggak mikirin diri sendiri, koordinasi dan pembagian tugas jelas, mampu menetapkan goals and objectives for team, encourage team, embrace team, semua akan berjalan dengan baik dan saya yakin it will be a top performer. Hayo ngaku, ada berapa di antara kamu yang kira-kira sudah menemukan leader model begini? ;) sayangnya saya belum :( walaupun dulu almost once i met..udah pensiun sayangnya..
  • Organization Culture atau budaya organisasi. Yes! ini adalah salah satu faktor penting yang akan membentuk karakter seorang pegawai dalam dunia kerja. Kebayang donk ya kan, kalau budayanya adalah ogah-ogahan, gosip sana sini daripada ngerjain kerjaan, maunya jalan tapi nggak mau bikin laporan secara serius, trus kalau dicari nggak ada, target kerja nggak jelas, koordinasi susah..kita bakalan stress sendiri nggak si? Tapi coba bayangin kalau kamu berada diantara orang-orang yang integritasnya ada (nggak usah tinggi dulu, yang penting ada hihi), trus profesional dan management waktunya bagus tau prioritas, team managementnya juga bagus, support each other, tau target kerjanya, dan yang nggak kalah pentingnya juga menyadari bahwa kerja tu nggak sendiri tapi juga ada target organisasi..kan bangga donk ya kalau organisasi tempat kita bekerja dikenal punya kinerja dan performa yang luar biasa. Pasti donk, kita akan terinspirasi dengan sendiri dan jadi semangat untuk menunjukkan performa terbaik kita. *Bhukk! Helloooowww (trus kebangun dari mimpi indah)
Okay, jadi kira-kira gitu ya..Nah, balik lagi soal cerita inspirasi..Jadiiii..karena saya melihat situasi dan suasana kerja nggak nyaman dengan individualistik dan unhealthy rivalry (no longer competition), maka saya inisiatif untuk menumbuhkan kembali "kebersamaan" yang dulu udah pernah ada. Jadi ceritanya nich dulu itu sering banget ada makan siang bareng ataupun cuma ngemil2 sehat di ruang tengah..entah pas ada event ada yang ulang tahun lah, atau iseng ada yang abis dinas darimana lah, abis mudik lah, ataupun misal cuma abis makan siang beli rujak..nah suka ngumpul2 sambil ngobrolin hal-hal yang non kerjaan. Terus, misal ada atasan yang ulang tahun misalnya, beli kue trus makan-makan juga di ruang tengah itu. Atasan kita itu yang ngalahin naik ke lantai atas (ke ruangan kita), trus semua harus hadir..nggak akan dimulai kalau belum ngumpul. Nah ini balik lagi ke problem yang pertama, saat itu ruangan kita masih 1 dan belum misah-misah. Tapi sekaraaaaang.... fiuuuh...ada yang disini lah, ada yang disana lah, ada yang di bawah lah, ada yang di atas lah.. nah kebayang lagi kan? jadi mo ngumpul buat makan aja susah apalagi koordinasi kerjaan? Uhuk mudah-mudahan si ada yang denger aspirasi saya yach (*terus ngomongnya ngadep tembok hihi). Eh, lanjut lagi, jadi saya iseng aja pesen gorengan dalam jumlah yang cukup banyak, dan iseng saya ngajakin atasan saya lain bidang (bu hesti) buat bawa makanan juga. Rencananya mau ngajakin ibu-ibu yang lain (bu yayuk, bu diah, dan bu ros) juga. Ternyata ibu-ibu lainnya pada tugas ke luar kota. Praktis cuma saya dan bu hesti yang bawa makanan. Nggak papa lah, lain kali bisa diarrange (karena ternyata karima mau juga bawa makanan). Jadilah inii....
hihi dikit ya..tapi ini di ruang sebelah juga ada..lagi-lagi soal ruangan :(
Soal potluck, kenapa ini saya pilih? karena membangun suasana kerja yang nyaman terlebih dahulu adalah membangun interpersonal relationship antar rekan kerja, atasan, dan team. Kalau sudah sama-sama ada klik dan chemistry, soal kerjaan akan berjalan dengan sendirinya. Mudah koordinasi, ngobrol dan nyambung kerjaan enak, apalagi kalau minta tolong. At least meminimalisir nyinyir gosip satu sama lain, karena yang ada hanyalah supporting each other, saling mendukung dan mengembangkan satu sama lain. In long term, performa kinerja individu dan organisasi akan meningkat. Coba kalau jalan sendiri-sendiri? saya masih inget tuch dulu pas jaman SD, matahin satu lidi gampang banget. Tapi matahin sapu lidi? mau sekuat body builder atau atlet angkat besi juga nggak bakal bisa haha.. Wonderful isn't it? *mimpi lagi bukan? hihi Trust me, team yang kamu punya bakal solid dan kuat. Not only your own team, tapi unit kerja kamu secara keseluruhan. Bagi saya yang pernah berada di era sebelum sekarang ini (naon sih), dimana antar satu team dan team lain mampu berkerja sama dan memegang pekerjaan besar secara rame-rame, dibanding yang sekarang? jauuuh banget. Some people bangga dengan teamnya yang solid, but for what? kalau kamu nggak mampu menginspirasi yang lainnya? atau dalam scope lebih luas within organization? Karena nggak dipungkiri, bekerja dalam sebuah organisasi, bukan nama team yang akan dikenal di luar, but your organization! Nama kantor kamu lah yang dikenal di luar :) *a clue

Soal potluck kali ini, sengaja saya nggak bilang-bilang ke khalayak rame di ruangan kalau mau ada sarapan bareng-bareng. Dan tataaa..emang kejutan! tapi saya yang terkejut! karena, pas pegawai pada masuk, kalimat pertama yang keluar adalah "wah! siapa yang ulang tahun?" Entah sudah berapa orang yang nanya siapa yang ulang tahu, dan lumayan juga saya jelasinnya. hikz..sedih saya...jadi emang bener, yang sekarang udah jauh beda...harus ada yang ulang tahun dulu baru ngumpul-ngumpul..rasanya masygul gimana gitu. Tapi nggak papa, sebuah perubahan yang baik nggak boleh putus asa duluan. Keep moving forward.

Nah yang memunculkan inspirasi bagi saya pagi ini. Pas barengan saya lagi buka fesbuk ada link di timeline saya tentang "Can I help anyone with anything? #doakindacttoday" Jadi, kenapa si kita harus nunggu dulu ada yang ultah, ada yang naik jabatan, ada yang baru jadian, atau baru putus, buat nraktir orang? Just do it if you wanna do it. Traktir lah orang kalau emang kamu pengin traktir, kasihlah kalau kamu emang pengin ngasih, bantulah kalau kamu memang ingin membantu. No reason for a kindness. Kepuasan yang kamu dapatkan akan jauh lebih dalam dari sebuah senyuman! At least, saya senang pagi ini ada muka-muka yang tersenyum hanya karena sepotong gorengan, lontong, dan nasi megono :) Mudah-mudahan potluck selanjutnya lebih rame..pelan-pelan suasana kebersamaan dan kekeluargaan bisa tercipta lagi...mudah-mudahan lo ya ini...aamiin...

Oke, moral of the storynya singkat banget ya wkwkwkww...tapi ya emang gitu intinya..hehe ada bagusnya diceritain dulu latar belakangnya kan? ;)
have a wonderful day peeps!

Jakarta, 141116
*makasih bu hesti

2 comments:

  1. baiklah nanti kalo ada potluck saya berpartisipasi (bawa kerupuk), team buiding antar unit penting juga toh *alesannumpangmakangratis ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhe...jadi soal tata ruang penting kan we? ;) kerupuk kan gw nggak bisa makan :( bawa puding guava or lychee next time, tapi yang nggak pake rum yes ;)

      Delete