Monday, September 19, 2016

Cuti Awal Tahun (Epilog): Dari Durian Ucok sampe Kualanamu

Hehe...rasanya kok nanggung ya, nggak sekalian nulis liburan penuup di cuti awal tahun ini. Ditambah malah jadi ngidam Durian Medan! Iyaaa..,,jadi karena setelah berlibur singkat di Danau Toba, kami ke Medan hanya karena pengin makan durian di Durian Ucok! Alamaaaak (pake logat batak hahaha), baru denger namanya aja sudah ngiler! Do oh saya kan pecinta durian! Oke sabar..sabar..

Jadi, perjalanan kami ke Medan dimulai donk dengan naik travel (umumnya yang disebut travel itu adalah mobil sewaan model avanza atau xenia, jika beruntung ya innova) dari pelabuhan Tiga Raja Parapat, tiket sekitar 90rb kalau nggak salah ya. Perjalanan ke Medan memakan waktu sekitar 5-7 jam. Satu Mobil diisi dengan 7 orang penumpang dan 1 driver. Di sebelah kami adalah seorang ibu dengan ananya yang masih kecil, namanya Samuel! Tapi panggilannya Muel! Lucu banget. Rupanya suami si ibu adalah si bapak yang duduk di sebelah supir dan memangku sang kakak, namanya Jelita. Jadilah sepanjang perjalanan kami bercanda dengan Muel dan Jelita. Hahaha karena saya dan Ira kebagian duduk di tengah dan pinggir, jadi kami gantian supaya nggak terlalu pegal punggung, maklum berjam-jam. Sebenarnya ada waktu berhenti dan istirahat si di sebuah rest area, cukuplah makan mie goreng dan teh yang hangat. Lumayan menghilangkan penat. Oy, travel ke Medan ini bersedia mengantarkan kami sampai ke penginapan, yaitu Permata Inn. Dari Parapat sekitar jam 12, sampai di Medan sekitar jam 7. Yup lama memang. Tapi alhamdulillaah sampai di Medan!


Permata Inn memiliki konsep Hostel seperti di negara-negara eropa ya g pernah saya kunjungi. Booking lewat Agoda, dengan harga yang cukup terjangkau (kalau nggak salah 180rb untuk kamar dengan doubel/single bed ukuran besar, AC, dan TV) menurut saya sudah lumayan banget kalau biayanya dibagi berdua. Walaupun di informasi fasilitasnya tidak menyediakan  sarapan, ternyata sang pemilik berbaik hati loch menyediakan sarapan (dia bilang suka kasian sama turis kalau nyari makan pagi2 susah). 

Well, setelah urusan bersih2 dan shalat, saya dan ira langsung menuju destinasi utama yaitu UCOK DURIAN! Dan ternyata, deket banget dari penginapan kami. Awesomenya lagi nich, di Medan sudah ada transportasi publik berbasis aplikasi online. Langsung kami pesan ojek online, trus diantar ke Durian Ucok di jalan Wahid Hasyim. Sampai disana rame banget, dan melihat durian itu seperti melihat tumpukan pasir (saking banyaknya). Yukkah, foto dulu kita hahhaa!

mirip benteng durian takeshi haha *lebhay

Aaaah...jadi ngidam sekarang nich!
Nah kalau liat tumpukan durian begini banyaknya? Gimana nggak ngiler coba? Lebih ngiler lagi pas duriannya udah dibuka..doeeee..(*istighfar). Untuk pesan durian disini, nggak perlu khawatir nggak enak atau zonk, karena pegawai di sini tentunya donk ahli durian. Plus nich, kalau kamu nggak suka atau kurang cocok, bisa minta ganti kok! Nggak pake biaya tambahan. Per buah duriannya dihargai 75rb, yah dihitung-hitung memang mahal si, tapi worthed kok, satisfying. Enak! Oy, di Ucok Durian ini, kamu juga bisa pesan untuk dibawa pulang. Mereka akan mengemasnya dengan baik supaya tidak terlalu menyengat. Selain itu, rupanya sekarang Ucok Durian melayani pemesanan dari luar kota, melalui jasa Pos Indonesia. Jangan khawatir basi, karena mereka akan menjamin kesegaran dan pengiriman kilat sehari sampai. Asik kan? Dooh gara-gara nulis beginian saya jadi ngiler durian huhh...Yuuklah melipir kesini kalau ke Medan, ajak dan traktir saya juga boleh! :p

hehe abaikan muka saya yang kekenyangan tapi masih pengin ngunyah durian ;)

Alhamdulillah banget dech pokoknya!

Well, selesai dari makan durian, kami memutuskan untuk ke Istana Maimun. Saya sendiri sudah pernah kesini, tapi Ira belum. Dan karena saya taunya istana kerajaan melayu ini, jadilah the only thing was in my mind is here. Haha tapi ya malem-malem plus mulai hujan, jadi ya sudah balik hotel aja lah. Soalnya Ira pagi-pagi harus ke gereja. Lagipula, badan udah capek beut. Bayangin aja, dari subuh gowes di Samosir, trus perjalanan darat 7 jam ke Medan, langsung jalan-jalan berburu Durian. Yassalaaam, tangguh banget kan kitah! (Padahal badan udah remek rasanya).

Paginya, Ira berangkat duluan untuk ke gereja. Sedangkan saya lumayan lah ada waktu santai sedikit plus packing, supaya nanti sore nggak buru-buru pas check out untuk kembali ke Jakarta. Hehe iyaaa, kami sore itu juga pulang ke Jakarta. Gimana? Geleng-geleng kepala kan ya?! Hahaha! A very short vacation! Oke, balik ke liburan. Jadi pagi ini saya dan Ira janjian untuk bertemu di Gereja Maria Annai Velangkani. 

Gereja katolik ini unik, karena berbentuk seperti kuil Hindu di India. Ternyata, memang sengaja arsitekturnya didesain seperti ini. Yach nggak heran juga, karena jemaatnya pun mayoritas adalah orang India. Wah, uniknya lagi nich, mereka masih lo memakai pakaian khas mereka, yaitu Saree. Seketika berasa di India hehe.. Saya sedikit surprise si, ternyata juga gereja ini jadi icon wisata kota Medan. Banyak bis-bis besar yang mengantarkan rombongan wisata ke sini. Hehe saya cukup dari luar saja lah, nggak enak kalau masuk ke dalam karena ada ibadah sedang berlangsung. Tapi mungkin karena sedikit berbeda ya, kalau di Eropa, gereja-gereja tua dan besar disana seringkali menjadi pusat sejarah juga (seperti di Praha dan Budapest). Nggak lama kemudian, Ira pun datang. Karena dia juga seorang Katolik, dia pun tanpa canggung masuk ke dalam. Eh tapi, ternyata biarawati di gereja ini cukup tegas loch. Kata Ira, dia sempat ditegur mau ikut ibadah atau tidak, dan nggak boleh berisik. Padahal yang bikin berisik ya pengunjung lain yang rata-rata abege hihi




Oy, berhubung sekarang jalan bareng, rasanya lebih praktis kalau naik taxi, toh harganya nggak jauh beda. Hehehe tadi si berangkatnya tetap ber ojek online. Jadilah kemudian kami muter-muter buat nyari oleh-oleh naik taxi. Di Medan, selain Ucok Durian, bolu Meranti dikenal juga sebagai oleh-oleh khas, dan ada juga bika ambon Zulaikha. Nggak lama si karena kami harus segera ke Kualanamu. Beres beli oleh-oleh, kami packing barang, dan segera menuju stasiun kereta Medan untuk naik kereta ke Kualanamu. Ish ternyata stasiunnya pun dekat dari hostel. Seneng banget ya kan! Alhamdulillaah banyak kemudahan. Tapi berhubung banyak barang yang dibawa, pesan taxi lagi dech jadinya.

heheh diphotoin sama Ira ^_^
Hehe sebenernya nich, rasa penasaran saya yang kedua adalah soal stasiun dan kereta ke airport Kualanamu hihi. Wah! Ternyata, stasiun keretanya bagus loch! Modern dan nyaman! Tersedia eskalator dan juga troli. Nggak heran si, karena Medan kota bisnis, dan juga persinggahan berbagai penerbangan internasional. Jadi mungkin didesain khusus untuk kenyamanan para penumpang yang akan ke bandara. Di stasiun ini, kita bisa membeli tiket di ticket counter atau di mesinnya langsung. Harga tiket kereta dari Medan ke Kualanamu lumayan mahal si, 100ribu. Tapi keretanya bagus dan masih baru. Jadi inget perjalanan saya di eropa pas kuliah kemarin hehe (*tiba-tiba baper). Cup cup sudah, insya Allah ada kesempatan lagi kesana..entah kuliah atau mendampingi suami kuliah disana (dear future husband :p). Nah sambil menunggu kereta, kita bisa duduk santai di ruang tunggu yang tersedia di sebelah kanan counter (saya si ngerasanya sebelah barat hehe), dimana di situ juga tersedia minimarket. Hal ini karena, selama keretanya belum siap berangkat, pengunjung nggak boleh turun ke peron. Nah mirip kan sama bandara. Rapi dan nyaman, pastinya tertib.







ticket counter and information desk


ticket machines


Oh iya, di tiket ini sudah tertera nomor kursi kita, jadi gampang nggak usah rebutan sama penumpang lainnya hihi..


nyaman, bersih, dan tentunya modern ;)
Perjalanan menggunakan kereta sebenarnya bukan satu-satunya alternatif. Masih ada bus, taxi, dan tentunya travel. Tapi karena selisih harganya lumayan, dan tentunya kereta lebih cepat dan nyaman, jadinya train is still the most favorite transportation alternative. Oh iya, bicara soal kereta, di beberapa kota di Sumatera Utara sudah mulai menggunakan kereta sebagai alternatif transportasi publik. Walaupun ya memang belum bisa merata, again, karena kontur daerahnya banyak yang berbukit-bukit. Jadi hanya daerah-daerah tertentu yang bisa dibangun railway. Perjalanan ke Kualanamu Airport hanya memakan waktu 30 menit dari Medan, how quick ya? Ini yang saya suka. Bagi saya (dan mungkin Ira), ini adalah pertama kali kesini. Eh dua kali dink, karena pas kemarin hari pertama kan landingnya juga di sini, cuma nggak sempet sightseeing airport. Meskipun, sebelumnya saya sudah beberapa kali ke Medan, yang saat itu masih Polonia. Tidak jauh berbeda stasiun, airport ini dibangun dengan desain arsitektur modern. Faktor kenyamanan pengunjung jelas menjadi perhatian utama pengelola. Pun, outlet-outlet untuk belanja betebaran, mirip mall pokoknya. Kemudahan check in counter dan baggage pun saya acungi jempol. Menariknya, ada petugas yang berkeliling memakai hoverboard loch. Keren yach! Saat itu agak sedikit crowded memang, plus kami sudah capek.

Overall, it was a nice and exciting journey we had. Yang pasti penasaran akan durian, stasiun, kereta, dan bandara sudah terjawab. Tapiiiiii....mau dooooonk jalan-jalan lagi ke Medan! Belum sempat ke Berastagi nich! ;) adios amigos!

*baru sempet nulis 190916

No comments:

Post a Comment