Wednesday, September 21, 2016

A Morning Inspiration

Assalamualaikum,semangat pagi semuanya. "Break The Limit"
(Adi W Gunawan)

Beberapa hari yang lalu saya mengendarai mobil menuju Bandung. Ketika mulai memasuki tol ke arah Sadang, di belakang saya ada sebuah mobil Lexus berwarna hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi. Tetapi yang saya suka walaupun ia melaju dengan kecepatan tinggi, ia tidak memaksakan kehendak.  Jika mobil di depannya tidak mau memberi jalan, maka ia yang mengalah dengan mengambil jalan ke kiri dahulu baru kemudian balik lagi ke jalur kanan.

Supaya tidak ngantuk karena saya menyetir sendirian dan tertarik dengan cara menyetir si mobil hitam ini, iseng-iseng saya membuntuti mobil tersebut dari belakang. Saya ikuti cara ia menyetir, termasuk kecepatannya. Ketika tidak ada mobil lain di tol, kecuali mobil tersebut dan mobil saya, mobil hitam tersebut menambah kecepatan nya. Karena sedang membututi, tanpa sadar saya ikut menambah kecepatan mobil saya.

Ketika saya melihat panel kecepatan, menunjukkan angka 160 km/jam. Padahal selama ini, kecepatan tercepat yang pernah saya tempuh adalah 140 km/jam, saya tidak berani melaju diatas itu.
Tapi dengan adanya mobil yang saya ikuti, saya bisa tembus rekor kecepatan mobil saya. Sesuatu yang sulit saya lakukan jika tidak ada sparringnya.



Karena saya berhenti di suatu tempat, saya kehilangan mobil hitam tersebut. Ketika saya mulai memacu kendaraan lagi, saya coba untuk berlari 160 km/jam lagi. Saya berhasil mencapai kecepatan tersebut tetapi tidak berani terlalu lama karena belum terbiasa.

Ketika kemudian ada mobil lain lagi yang melaju dengan kecepatan tinggi dan saya buntuti, saya bisa masuk lagi ke 160 km/jam dengan durasi yang cukup lama.

Sama seperti kehidupan ini, seringkali kita merasa sudah maksimal melakukan sesuatu.
Kita merasa tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Namun kalau kita mempunyai sparring partner yang lebih hebat dari kita, entah itu seorang atasan, seorang coach, seorang mentor, role model atau apapun, maka kita bisa terpacu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Namun jika kita belum matang belajar dari sparring partner kita dan mencoba untuk mandiri, mungkin agak sulit bagi kita untuk terus berada di kondisi sama seperti ketika ada sparring partner. Nantinya jika kita sudah mempunyai pola dan terbiasa, barulah kita mulai bisa mandiri.

Robert Kiyosaki mengatakan bahwa PENGHASILAN/PRESTASI HIDUP SESEORANG ditentukan 5 ORANG TERDEKATNYA.

Ilustrasi saya mengenai kecepatan mobil bisa menjelaskan pernyataan dari Robert Kiyosaki tersebut.

Jika orang-orang di dekat kita hanya biasa-biasa saja, maka sulit bagi kita untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun kalau kita biasa tetapi di sekeliling nya luar biasa, maka kita akan terpacu untuk juga menjadi luar biasa.

Apakah ada penjelasannya secara science? Ternyata ada.
Di dalam otak manusia ada sekumpulan sel syaraf yang disebut Mirror Neuron, yang bertugas meniru apa yang dilakukan oleh orang lain.

Jika di sekelilingnya orang hebat atau luar biasa, maka Mirror Neuron kita akan meniru mereka sehingga menjadikan kita juga hebat dan luar biasa. Kalau sebaliknya, maka Mirror Neuron-pun juga akan meniru yang sebaliknya.

– Siapa MOBIL HITAM yang akan anda ikuti agar bisa menembus kecepatan anda selama ini ???

– Siapa ORANG HEBAT dan LUAR BIASA yang akan anda ikuti agar bisa menembus batas yang selama ini membatasi hidup anda ???

TEMUKAN ORANG TSB, Ikuti, Berteman dan Pelajari bagaimana orang orang sukses ini memandang dirinya, bagaimana keyakinan dan nilai-nilai kehidupan yang ia pegang, bagaimana ia membangun kapabilitasnya, bagaimana tingkah lakunya, maka anda akan mendobrak bata s yang selama ini membatasi hidup anda !!!

Selamat berpacu dalam kebaikan. Berpacu dalam latihan iman dlm syukur .

*copas dari share post Mas Mukidi di group WA

**************************************************************************
So, here is what i would add more about the story..

Ya, artikel di atas yang saya copas dari psotingan temen di group WA bener banget! Ibaratnya, surrounding yourself with the positive people will turn you into positive one. Pernah ngerasain nggak si? kalau kita dikelilingi oleh orang yang isinya ngeluh melulu, complain sana sini, kritik sana-sini tapi s/he never look up him/herself. Cape kan? bete banget nggak si? Yes, itu karena mirror neuron itu, kita diberi kemampuan mengabsorb energi sekitar. Jadi, ya udah walhasil kita hanya mengabsorp energi negative aja. Sebaliknya, kalau kita dikelilingi oleh orang-orang positive, kita akan "ketularan" positive juga. Emang bener sudah yang our beloved Prophet (PBUH) said, kalau berteman dengan penjual minyak wangi akan ketularan wangi. :) eh tapi, what i would to say is..."kenapa nggak dimulai dari diri kita untuk menginspirasi orang lain?"

Hehe, maksud saya, nggak perlu kok kita jadi seperti Mario Teguh, Jamil Azzaiini, Ary Ginanjar, atau sederet motivator kelas dunia dulu baru menginspirasi orang lain. Mulailah dari kita mengurangi kritik orang lain, mulailah dari mau mendengarkan orang lain, stop judging people, gives more compliments, give them space, stop worrying to much, get communicate with people, and start by giving your smile to the first person you met in the morning :) Percaya atau tidak, sikap positif yang kita bangun untuk orang lain, itu akan mempengaruhi dan kembali terabsorp ke diri kita loch..So, can you start now? :) Hebat itu dimulai dari diri kita sendiri, dan bukan orang lain! :) Karena Allah (God) has granted us with His best blessing :)

No comments:

Post a Comment