Thursday, July 23, 2015

Who ever dreamed of?


*warning: too much selfie pictures! :)


Hari ini, saya tergelitik membaca sebuah postingan seorang teman baik, kira-kira begini: "bisa menuntut ilmu secara gratis kok bangga, bisa membagi ilmu yang bermanfaat secara gratis baru boleh bangga"

Hmh..baiklah, postingan bagaikan magnet bagi saya. Entah apa yang sedang dirasakan, dipikirkan, atau dialami oleh temen baik saya itu. Pernyataan yang multi tafsir menurut saya. Mungkin ada someone yang somehow membuat temen saya itu sedemikian sehingganya meposting apa yang ada di pikirannya (-_-). Namanya juga fesbuk, tulisannya "apa yang anda pikirkan?" hehe


"Bisa menuntut ilmu gratis"



Perjalanan saya diawali dengan ketekadan untuk kuliah lanjutan tidak membebani orang tua dalam soal finansial..sekalipun orang tua menyanggupi untuk membiayai kuliah saya lagi...jadi pilihan tekad saya saat itu cuma 2, biaya

Sunday, July 12, 2015

Mengawali jejak di Blue Banana (Part 2) : Visa UK for General Visit (Visa 6 bulan)

Kali ini, saya mau sedikit share pengalaman mengapply visa UK. Yup, visit saya ke Dusseldorf beberapa bulan lalu adalah untuk mengapply visa ke UK. Hehehehe hasrat explore negara2 tetangga nggak bisa dibendung euy :D
Kalau ada yang bertanya, kenapa nggak di Amsterdam aja si applynya? kan study dan tinggal di Belanda. :) ini dia alasannya:

  1. Secara kalkulasi biaya pendaftaran visa, Dusseldorf lebih murah dibandingkan di Amsterdam (jangan tanya kenapa, dari sononya ;) ) untuk Dusseldorf, kemarin sekitar EUR 121, sedangkan di Amsterdam bisa lebih (lupa pastinya)
  2. Memang si transport ke Amsterdam bisa diakalin lebih murah pake group ticket kereta, karena emang ticket kereta di Jerman lebih mahal, tapiiiii...saya pengin ngerasain bedanya kereta di Belanda dan di Jerman (naonseh ini alasannya hahah) Fyi, saya memakai one day train ticket (Schonentag, sekitar EUR 29, lumayan si, tapi pengalaman lebih bernilai hiihihi). Untuk tiket di jerman, jauh lebih murah kalau booking in advance alias jauh-jauh hari melalui website BAHN, semacam KAInya Jerman. Di situ kita bisa memilih berbagai type tiket sesuai kebutuhan kita.
  3. Dusseldorf memiliki bandara internasional yang melayani penerbangan dari dan ke berbagai negara di Eropa, sehingga menjadikan Dusseldorf sebagai salah satu kota terbesar di Jerman. Walaupun saya beberapa kali ke Aachen, tapi rasanya belum sah ke Jerman kalau belum ke kota-kota lainnya di Jerman. Jadi ada alesan kuat saya untuk menyempatkan explore negara tetangga. And that was awesome! nggak salah saya pilih Dusseldorf! jangan kaget ya ketika di sini, jarang ada orang yang bisa berbahasa inggris. Jadi saya cukup mengandalkan google translate dan bahasa tubuh :)
hehhe...ok, sekarang proses applikasinya akan saya jelaskan..

Pertama,

Puasa 19 Jam

Ini adalah pengalaman puasa saya pertama di Belanda. Nggak sangka, di tahun 2015 ini, puasanya bertepatan dengan dimulainya musim panas. Sah sudah, puasa kali ini akan jauh lebih lama dari waktu puasa di Indonesia yang hanya sekitar 14 jam. Ya, waktu puasa di Belanda kali ini adalah 19 jam. Hihihi..sebelumnya, nggak pernah dibayangin si akan seperti apa, yang tergambar di benak saya ya berarti menahan laparnya lebih lama 5 jam. Itu saja. Eh, tapi saya super excited menyambut puasanya loch..penasaran banget, rasanya puasa 19 jam.

Bismillaah, let's begin the story..